lahir di desa Kalinegoro Kabupaten Magelang adalah seorang pesepak bola yang berposisi sebagai penyerang terbaik yang dimiliki Indonesia. Terakhir ia bermain untuk Persela Lamongan di Indonesia Super League. Kurniawan salah satu dari sedikit pemain Indonesia yang pernah bermain di Eropa. Pada awal kariernya dia sempat bermain di tim junior Sampdoria sebelum kemudian pindah ke FC Luzern di Swiss.Pemain yang akrab dipanggil "Ade" dan juga sering dijuluki "Kurus" karena posturnya yang kecil ini lalu kembali ke Indonesia dan bermain di Liga Indonesia dan bermain dengan beberapa tim: PSM Makassar, PSPS Pekanbaru, PS Pelita Bakrie, Persebaya Surabaya,Persija Jakarta , Persitara Jakarta Utara, Persela Lamongan, . Antara Desember 2005 hingga Mei 2006, Kurniawan memperkuat Sarawak FC di Malaysia, namun ia dianggap gagal karena jarang mencetak gol dan diputus kontrak.
<--baca selengkapnya-->
Karir dan prestasi gemilang Kurniawan sempat meredup karena tindakan negatif. Ia pernah tersandung kasus pemakaian narkoba pada tahun 1999. Namun ia berhasil bangkit dari keterpurukan dan kembali mencapai performa puncaknya. Sinar cemerlang Kurniawan di klub yang dibelanya membawanya terpanggil ke timnas Indonesia. Ia membela Merah Putih sejak tahun 1995 hingga 2006, dengan torehan 33 gol. Ia pun mencetak rekor sebagai pemain dengan gol terbanyak di tingkat timnas, hingga digeser oleh juniornya, Bambang Pamungkas. Aksi terakhirnya di timnas pada saat Semifinal Piala Tiger 2006 sangat berkesan. Kurus yang masuk sebagai pemain pengganti menjadi dirigen serangan Indonesia bersama Boaz, Ilham & Elly Aiboy. Di Stadion Bukit Jalil, Malaysia dibantai 4-1.
Kurniawan memiliki satu anak dari pernikahannya dengan Kartika Dewi. Kurniawan alias Kurus adalah tipikal striker oportunis. Ia tak pernah menyia-nyiakan kesempatan di kotak 16 meter. Kelincahan dan kecerdikannya membuat lawan yang mengawalnya kerap kepayahan. Kurus pun hingga sekarang masih menyandang predikat sebagai striker paling berbahaya yang pernah dimiliki Indonesia.
2. WIDODO CAHYONO PUTRO
Widodo Cahyono Putro (lahir di Cilacap, Jawa Tengah, 8 November 1970; umur 41 tahun) adalah seorang pelatih dan pemain sepak bola legendaris Indonesia. Posisinya saat bermain adalah penyerang. Widodo seangkatan dengan Rocky Putiray, Joko Susilo, dan Aji Santoso.
Widodo mengawali sebagai pemain profesional di klub Galatama, Warna Agung (1990-1994). Bakatnya di temukan oleh Endang Witarsa. Setelah itu ia pindah ke Petrokimia Putra Gresik, hingga 1998. Di Klub inilah penampilan Widodo semakin meningkat dan ia menjadi bagian dari Tim nasional sepak bola Indonesia hingga ia meraih prestasi hasil dari tendangan saltonya saat melawan Kuwait yang dinobatkan sebagai gol terbaik Piala Asia 1996.
Setelah selama empat tahun ia pindah ke Persija Jakarta hingga 2002. Setelah dari Persija Jakarta ia kembali ke Petrokimia Putra Gresik hingga gantung sepatu dan menjadi seorang pelatih di klub tersebut. Sebagai Pelatih ia awali di klub lamanya Petrokimia Putra Gresik (2004), kemudian dua musim menjadi asisten pelatih di Persijap Jepara, Pada tahun 2006 itu juga hingga 2008 ia dipercaya BTN untuk menjadi asisten pelatih Tim nasional sepak bola Indonesia Pra Olimpiade, SEA Games dan Kualifikasi Piala Asia.Pada 2009 ia dipercaya membesut tim Persela Lamongan menggantikan M. Basri.Musim 2009-2010 putaran kedua posisinya digantikan oleh Djoko Susilo. Saat ini ia kembali dipercaya PSSI untukmelatih Timnasional indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar